Beberapa Klub Bola Eropa Ini Milik Orang Indonesia

Beberapa Klub Bola Eropa Ini Milik Orang Indonesia

Thecoaststarlight.biz – Beberapa Klub Bola Eropa Ini Milik Orang Indonesia. Berikut adalah artikel tentang klub bola eropa milik orang indonesia. Berinvestasi dan membeli klub sepak bola profesional tampaknya menjadi tren baru korporasi Asia, termasuk Indonesia. Didorong nafsu mencari untung, pengusaha kaya ini berhasil menguasai saham di beberapa klub sepak bola Eropa. Sebut saja dia Erick Thohir. Pada 2013-2018, ia membeli 70% saham klub besar Italia, Inter Milan. Di bawah bimbingannya, Inter Milan finis di peringkat ke-4 Serie A musim 2016. Lebih lanjut, seperti dilansir Red Bull, Thohir juga memiliki beberapa klub lain, seperti D.C United.

Chairman Tranmere Rovers Mark Palios (tengah) berfoto bersama perwakilan Santini Group Lukito Wandi (kiri) dan Wandi Wandi (kanan). Santini Group adalah perusahaan Indonesia yang sejak September 2019 telah berinvestasi di Tranmere Rovers. Seperti yang kita ketahui bersama, Oxford United dan Tranmere Rovers adalah klub milik Indonesia. Oxford United dimiliki oleh mantan pemilik Inter Milan, Erick Tohir. Sementara itu, Tranmere Rovers dimiliki oleh bos Santini Group, Trio Wanandi.

Anggota keluarga Wandi, Lukito Wandi dan Wandi Wandi, secara aktif terlibat dalam kepemilikan Tranmere Rovers. Kedua klub bertemu di semifinal Papa John’s Trophy. Dalam pertandingan ini, meski Oxford unggul satu level dari Tranmere Rovers, mereka harus mengakui keunggulan tim besutan Keith Hill. Saat ini, Oxford United bermain di Liga 1, tingkat ketiga atau level liga sepak bola Inggris .

Baca Juga

Beberapa Klub Bola Fans Terbanyak di Dunia

Sepak bola masih menjadi olahraga yang sangat populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Apalagi dunia industri olahraga memang penuh dengan godaan. Oleh karena itu, banyak orang Indonesia yang berinvestasi di klub sepak bola baik di dalam maupun di luar negeri. Banyak orang Indonesia memiliki klub di luar negeri. Seperti dua pemilik perusahaan rokok kretek Indonesia, Djarum, Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, yang baru saja membeli klub di Serie C Italia, Como 1907.

See also  Inilah Daftar Klub Bola Paling Popular di Dunia

Sementara itu, Tranmere Rovers bermain di League Two, kasta keempat atau level sepak bola Inggris. Namun, berkat wawasan Keith Hill dalam membaca situasi, Tranmere Rovers mengubur mimpi Oxford United mencapai final Papa John’s Trophy.

Beberapa Klub Bola Eropa Ini Milik Orang Indonesia

Oxford United

Klub Bola Eropa

Setelah menjual sahamnya di Inter Milan dan DC United, Erick Thohir kembali membeli saham klub sepak bola itu, menendang Oxford United pada November 2018. Seperti dilansir Tempo , menteri bisnis publik, ia membeli 51% saham di klub divisi 3 Inggris pada tahun 2021.

Erick Thohir dikenal sebagai pengusaha yang suka berinvestasi dalam olahraga. Dia dikatakan sangat menyukai dua olahraga, sepak bola dan bola basket. Tak heran, jika investasi yang dilakukannya tersalurkan ke dua cabang olahraga tersebut.

Como 1907

Como adalah klub sepak bola yang bermain di divisi 2 liga Italia, Serie B. Klub ini didirikan pada tahun 1907, sebelum itu Como sempat terpuruk ke peringkat 3 liga Italia. Namun, pada musim 2022–21, memenangkan kompetisi dan otomatis dipromosikan ke Serie B. Keberhasilan
Como 1907 tidak lepas dari kontribusi pemegang saham dari Indonesia. Ini Robert Budi Hartono, perusahaan rokok miliarder Djarum. Menurut Forbes, ia dinobatkan sebagai orang terkaya ke-86 di dunia dengan total kekayaan bersih $ 12,6 miliar.

See also  Rans Cilegon FC, Klub Bola Raffi Ahmad

FC Verbroedering Dender

Nama klub mungkin terdengar asing di telinga para pecinta sepak bola Indonesia. Namun siapa sangka, klub yang bermain di divisi tiga kejuaraan Belgia tersebut sebagian dimiliki oleh perusahaan Indonesia, Sahar Sitorus. Pengusaha dan politisi ini telah membeli saham FC Verbroedering Dender sejak 2018.

Tranmere Rovers

Konglomerat Indonesia lainnya yang memiliki klub Eropa adalah Wandi Wandi dari Grup Santini. Dia memiliki saham klub divisi 4 Liga Utama Inggris bernama Tranmere Rovers. Pada 2019, Wandi dan tim perusahaan mereka telah membeli Tranmere. Mulai saat ini, klub memiliki peluang besar untuk dipromosikan ke Ligue 1 atau divisi tiga Liga Inggris.

Perkembangan industri olahraga sepak bola yang kini dianggap sebagai model bisnis yang menjanjikan membuat banyak konglomerat Indonesia membeli atau membeli klub asing. Ini membuktikan bahwa sepak bola juga merupakan olahraga yang sangat populer di Indonesia. Tentunya juga dapat memberikan dampak positif bagi sepak bola Indonesia. Kehadiran klub sepak bola asing milik bangsa Indonesia memberikan kesempatan kepada pemain dan pelatih untuk meniti karir di luar negeri. Kehadiran pengusaha dalam negeri yang memiliki klub sepak bola di luar negeri sangat besar dan dirangkum di bawah ini dari berbagai sumber.

See also  Daftar Klub Bola di Jakarta 2022/2023

Como 1907

Nama klub baru-baru ini menjadi bahan perdebatan dan pemberitaan setelah legenda sepak bola Indonesia Kurniawan Duwi Juliant ditunjuk sebagai asisten pelatih.
Como sendiri merupakan klub Italia yang berlaga di Serie B atau kasta kedua Italia. Klub ini sebenarnya dimiliki oleh Djarum Group, perusahaan yang didirikan oleh Michael Bambang Hartono.
GrupDjarum mengakuisisi Como 1907 pada 2019, memenangkan Serie C musim 2020-21 dan memenuhi syarat untuk promosi ke Serie B.

Oxford United

Erick Thohir dikenal sebagai pebisnis yang gemar menginvestasikan uangnya di klub-klub olahraga. Selain basket, ia juga terlibat dalam klub Inggris Oxford United. Klub saat ini berada di divisi tiga Inggris, diakuisisi oleh Erick Thohir untuk 51% saham pada tahun 2021.

Tranmere Rovers

Perusahaan Indonesia lain yang memiliki klub di Inggris adalah Wandi Wanandi dari Santini Group. Dia memiliki saham di klub divisi 4 Inggris Tranmere Rovers.
Wandi dan tim perusahaannya membeli Tranmere pada tahun 2019 dan sekarang memiliki peluang promosi yang tinggi ke League One atau Divisi Ketiga Inggris.

FC Verbroedering Dender

Sedikit terdengar, tetapi pengusaha dan politisi Indonesia, Sihar Sitorus, juga memiliki saham di klub Eropa.
Baik di Inggris maupun di Italia, ia adalah pemegang saham klub Belgia FC Verbroedering Dender. Dibeli pada tahun 2018, klub saat ini bermain di divisi tiga Liga Belgia.

Brisbane Roar

Pelatih timnas Indonesia pernah bermain di sana pada 2005.

You May Also Like

About the Author: Mark Stewart